Galeri

Garis Semu Antara Folkor dan Pengobatan Tradisional Dalam Praktik Penggunaan Obat Kuat

Kajian pustaka

Mitos Seputar Obat Kuat dari China

Bicara tentang obat kuat, Tiongkok cukup dikenal dengan beberapa ramuan obat kuat yang konon bisa menambah keperkasaan pria. Tapi sejauh mana dia aman dikonsumsi tentunya masih menjadi tanda tanya. Banyak Shinse juga mengaku mampu meramu jamu-jamuan yang dapat memperkuat prestasi para pria. Di berbagai pelosok negeri Tiongkok misalnya, orang tak asing dengan aneka obat penambah stamina seksual. Konon ramuan obat kuat Tiongkok bisa membuat seorang pria sanggup “memenangkan 100 pertempuran dalam semalam” dan membuat pasangannya mabuk kepayang 10 kali dalam semalam itu pula.” Salah satu bukti otentik yang menuliskan tentang hal ini adalah sebuah novel erotik berjudul Zhaoyang Qushi yang menggambarkan dengan detil kehebatan aneka ramuan obat kuat Tiongkok tersebut. Di dalam novel itu digambarkan kisah-kisah yang bombastis. Misalnya saja konon ramuan obat kuat Tiongkok bisa membuat seorang pria sanggup “memenangkan 100 pertempuran dalam semalam”. Pasangan bercintanya pun bisa dibuat mabuk kepayang 10 kali dalam semalam itu pula.” Benarkah semua cerita ini? Boleh jadi begitu, boleh jadi meman g dilebih-lebihkan.

Salah satu cerita yang terdapat di dalam novel ini adalah kisah Kaisar Han Chengdi yang memerintahkan para ahli kimia dan farmasi di istananya untuk membuatkan obat kuat agar dia mampu bercinta puluhan kali dalam semalam dengan dua selir kakak beradik kesayangannya Zhao Feiyan dan Zhao Hede. Zhao Hede tak kalah pintar. Dia meramu tujuh macam bahan dasar yang dicampurkan ke dalam makanan dan minuman Kaisar Han Chengdi. Akibatnya Kaisar Chengdi jadi kelelahan karena selalu bermain asmara, sampai akhirnya meninggal karena mengalami gagal jantung. Sejarah juga mencatat banyak kaisar lain yang mengalami nasib serupa seperti Han Chengdi, akibat terlalu lelah dan lemah jantung karena terlalu banyak minum obat kuat.

Analisis penjualan obat kuat melalui sisi antropologi medis

Pengertian Folklor

James Danandjaja (2002 : 2) mengutip definisi folklor dari Jan Harold Brunvand, bahwa folklor adalah sebagian kebudayaan suatu kolektif yang tersebar dan diwariskan secara turun temurun diantara kolektif, macam apa saja secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun yang disertai gerak, isyarat atau alat pembantu pengingat  Lebih lanjut  James Danandjaja  mengatakan bahwa folklor Indonesia adalah semua folklor dan folk yang ada di Indonesia, baik yang di pusat maupun yang di daerah, yang kota maupun yang di desa, yang di kraton maupun yang di kampung, baik pribumi maupun keturunan asing (peranakan), baik waga Negara maupun asing, asalkan mereka sadar akan identitas kelompoknya, dan mengembangkan kebudayaannya di bumi Indonesia. (2002 : 3).

Dengan mengacu definisi di atas maka Karungut dapat dikategorikan sebagai folklor Indonesia.  Hal ini disebabkan Karungut diwariskan secara turun temurun dengan menggunakan bahasa daerah Dayak dan terus menerus dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Ada  ciri-ciri pengenal folklor pada umumnya, yaitu :

1)    Penyebaran dan pewarisannya dilakukan secara lisan.

2)    Folklor bersifat tradisional

3)    Folklor ada dalam versi-versi bahkan varian-varian yang berbeda. Hal ini disebabkan penyebarannya secara lisan dari mulut ke mulut.

4)    Folklor bersifat anonim

5)    Folklor biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola.

6)    Folklor mempunyai kegunaan dalam kehidupan bersama suatu kolektif.

7)    Folklor bersifat pralogis.

8)    Folklor menjadi milik bersama dari kolektif tertentu.

9)    Folklor pada umumnya bersifat polos dan lugu, sehingga sering kali terlihat kasar dan spontan.

Folkor dalam penggunaan obat kuat

Seks adalah kebutuhan alami setiap manusia. Terkadang manusia dalam pemenuhan hasrat seksualnya sering merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Untuk menambah kepercayaan dirinya, manusia, umumnya kaum pria seringkali mengkonsumsi obat kuat. Maraknya penjualan obat kuat tidak semata mata disebabkan karena adanya gangguan seksual pada konsumen. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa adanya unsur kepercayaan masyarakat terhadap warisan kebudayaan cina yang kemudian menyebar sampai ke Indonesia. Konsumen yang membeli dan mengkonsumsi obat kuat tidak selalu seseorang yang menderita gangguan seksual, namun lebih kepada upaya untuk mendapatkan rasa percaya diri mengingat banyaknya legenda dari cina yang menceritakan kehebatan obat kuat penambah stamina.

Menurut informan yang kami temui, pada awalnya tabib di Cina membuat ramuan yang terbuat dari gingseng untuk menambah stamina prajurit di medan perang, namun seiring berkembangnya zaman fungsi dari gingseng tidak lagi sebagai penambah stamina para prajurit di zaman kerajaan, tetapi mengalami pergeseran fungsi menjadi penambah kekuatan dalam berhubungan seksual. Hal ini yang menunjukkan bahwa adanya unsur kepercayaan yang telah lama dianut oleh masyarakat tionghoa bahkan diluar masyarakat tionghoa sendiri. Dan hal tersebutlah yang menyebabkan bisnis penjualan obat kuat seakan tidak pernah mati dan terus menjamur di sekitar daerah Lenteng Agung.

Jika dikaitkan dengan konsep sehat-sakit, penggunaan obat ini memiliki manfaat bagi konsumennya diluar dari kerugian yang ditimbulkan akibat efek samping obat kuat tersebut. Hasil-hasil yang mereka rasakan tentunya terlihat dari tingkat kepercayaan diri yang mereka rasakan dalam hubungan seksual setelah mengkonsumsi obat kuat. Informan yang kami temui, mengemukakan bahwa dia mempercayai jika mengkonsumsi obat kuat maka ia akan mendapatkan kekuatan seperti kaisar cina dahulu yang juga menggunakan obat tersebut dalam kelangsungan hubungan seksual. Hal tersebut membuatnya merasa optimal dalam kehidupan seksualnya sesuai dengan konsep sehat-sakit yang telah kami kemukakan.

Wawancara dengan narasumber di lapangan

Kami mewawancarai  pedagang yang namanya kami samarkan menjadi Joni. Ia adalah pemilik toko obat kuat  “afa obat hot” di depan Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kami memilih informan ini karena menurut kami ia sudah cukup berpengalaman karena sudah menjadi pedagang obat kuat selama 10 tahun. Ia sudah menikah sehingga dapat mencoba khasiat obat kuat berbagai jenis yang ada di tokonya dengan istrinya sehingga dapat merekomendasikan obat jenis apa yang cocok untuk pelanggannya. Ia mengakui sewaktu ingin membangun usaha obat kuat, ia melakukan  perburuan obat kuat sampai ke daerah kota. Dari sanalah ia mendapatkan berbagai mitos dari cina tentang obat kuat dan mulai mempercayainya.

Kami menemui seorang konsumen yang namanya kami samarkan menjadi Jaka. Informan ini menarik karena ia belum menikah. Ia menggunakan obat kuat untuk digunakan bersama pacarnya. Sebagai laki-laki muda, ia menyanggah memiliki disfungsi seksual, namun tetap menkonsumsi obat kuat berbentuk ramuan gingseng alami untuk menambah vitalitas dan kepercayaan diri. “Saya sih cuma jaga-jaga aja Mas, bukan karena penyakit atau gimana, kalo gak minum rasanya takut gak kuat, apalagi gingseng udah terkenal dari Cina-cina gitu.” Dari sinilah kami mendapatkan bukti adanya unsur kepercayaan dari kegiatan mengkonsumsi obat kuat.

Kesimpulan

Obat kuat pada awalnya berfungsi hanya sebagai penambah stamina dalam peperangan, namun seiring proses perkembangan zaman, mengalami pergeseran fungsi menjadi sebuah dopping atau bisa dikatakan candu dalam penggunaannya untuk berhubungan sex. Ada suatu motif budaya dalam penggunaan obat kuat yakni, pada budaya Tionghoa (sebuah sistem kepercayaan terhadap suatu benda), mereka meyakini bahwa ramuan tersebut memiliki khasiat yang nyata dalam memberikan hasil yang memuaskan ketika seseorang berhubungan seks. Dari sanalah terbentuk sebuah kebiasaan bagi para kaum pria Tionghoa umumnya untuk membeli ramuan obat kuat untuk menambah kepercayaan diri dalam berhubungan seksual.

Sebenarnya tidak semua yang membeli obat kuat memiliki gangguan / disfungsi seksual  (ada yang hanya coba-coba, bahkan sengaja untuk menjadikkannya dopping). Namun umumnya mereka yang datang kesana merasa tidak percaya diri atau malu oleh karena merasa hal tersebut masih tabu di sistem kehidupan masyarakat kita. Hingga saat ini, ada satu alasan yang tetap membuat mereka bertahan dalam mengkonsumsi obat kuat tersebut, yakni sebuah kepercayaan akan kesakralan (magis bagi sebagian kecil dikalangan mereka) dan khasiat yang telah banyak terbukti dari jajak pendapat mereka terhadap obat kuat. Namun pada umumnya khasiatlah yang menentukan rasa percaya mereka terhadap obat kuat terus terjaga hingga kini.

Rekomendasi

Mengingat semakin maraknya penjualan obat kuat dan semakin tegaknya asas kebebasan dalam perdagangan, tidak mungkin kita berusaha untuk memberantas distribusi obat kuat, namun alangkah lebih bijaknya jika kami memberikan rekomendasi kepada para pedagang agar melalui prosedur legal, berupa pengujian kembali manfaat pasti dari obat kuat sehingga tidak hanya berbasiskan sebuah keyakinan atas penggunaan obat tersebut. Dari pengujian itulah, para konsumen akan dapat merasakan khasiat pasti dari obat kuat yang dijamin oleh keamanan secara medis.

2 responses to “Garis Semu Antara Folkor dan Pengobatan Tradisional Dalam Praktik Penggunaan Obat Kuat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s