Galeri

Sebuah Film Bertema Pluralitas

Film ini merupakan film yang menurut saya akan menjadi film terbaik di Indonesia tahun 2011 ini. Film yang menggambarkan tema pluralitas yang merupakan realita kehidupan masyarakat Indonesia. Tanpa kita sadari, negara ini memang di bangun oleh enam agama besar yang telah lama mengakar di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu telah membentuk karakter bangsa ini menjadi bangsa yang multiagama jauh sebelum negeri ini meraih kemerdekaan. Dan itu tetap terjaga hingga saat ini.

Pluralitas ini menjadi kunci kokohnya persatuan bangsa ini. Sikap saling menghargai yang para orangtua kita lakukan dahulu kala, menyebabkan negara ini masih bisa menjadi negara multikultur yang tertata dengan baik. Memang itu sudah menjadi keseharian bangsa kita, menghormati orang yang berbeda keyakinan demi sebuah oase perdamaian dlam kehidupan sosial. Semua terlihat indah, hingga sebuah virus terorisme merusak segalanya. Sebuah kedangkalan dalam penafsiran agama yang merusak tatanan kehidupan beragama di negeri ini.

Belum lagi selesai permasalahan terorisme yang mengatasnamakan Islam sebagai dasar perbuatan mereka, muncul lagi ormas radikal yang selalu menghancurkan keutuhan mutliekspresi keberagamaan di negara ini. Mereka bertindak seolah-olah ini adalah perintah tuhan. Cuma satu kata yang ingin saya sampaikan, celaka! Mereka telah meresahkan masyarakat dengan perbuatan anarkis yang selama ini mereka lakukan. Masyarakat tidak pernah melegalkan mereka dalam perbuatan anarkis yang mereka lakukan, namun dengan sok tahu ala mereka, mereka melakukan pengrusakan, penghancuran, bahkan pembunuhan atas nama agama.

Dan ormas ini pun bersiap melakukan sweeping untuk pencekalan film ini. Mereka menilai sebuah toleransi sebagai perbuatan sesat. Ini sungguh menjadi penggambaran dangkalnya pola pikir mereka dalam melihat suatu fenomena sosial. Film yang bertema oase perdamaian dikatakan sesat, musik underground dikatakan zionis, agama lain dikatakan kafir. Itulah pekerjaan yang selama ini mereka lakukan yang sesungguhnya merupakan kegiatan tiada berguna. Hanya sebuah kesia-siaan belaka apabila terjadi kehancuran atas nama pembenaran diri sendiri.

Terlepas dari itu semua, film ini saya beri nilai sempurna. Saya menyarankan kita menonton agar dapat mengerti tentang makna hakiki sebuah perbedaan. Ini sebuah gambaran yang baik bagamaimana sesungguhnya perdamaian itu masih bisa kita raih dengan sebuah kata kunci toleransi. Sikap yang saling menjaga dan menghargai perbedaan tentunya akan menjadi pondasi kuat bagi kebhinekaan negara ini. Dan hal ini yang semestinya bersama-sama kita sadari guna mengurangi potensi konflik yang berawal dari doktrinasi dangkal oknum-oknum yang tidak menghendaki terjadinya pulralitas dalam masyarakat kita. Sesungguhnya perbedaan inilah yang membuat bangsa kita menjadi kuat dan bersatu dalam meraih kemerdekaan.

Manusia tidak hidup sendiri di dunia ini, tapi dijalan setapaknya masing-masing. semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju kearah yang sama, mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan. Hal ini yang melandasi kita wajib hukumnya menjaga dan melindungi proses perdamaian di negeri ini. Sebagai muslim, saya amat menghormati perbedaan agama saya dengan agama lain, karena itulah ajaran yang rasul saya, Muhammad yang terpuji, sampaikan dalam akidah Islam. Jadi alasan apalagi yang harus saya pakai untuk membunuh orang lain? apakah hanya karena sebuah perbedaan keyakinan?…

2 responses to “Sebuah Film Bertema Pluralitas

  1. Gan, tulisan ini ente nulis sendiri? kalo iya, btw ente udah beneran nonton filmnya?

  2. logikanya, jika saya belum nonton, mana bisa saya panjang lebar menulis tentang artikel ini.
    ini murni tulisan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s