Galeri

Lemahnya Pengawasan Pemerintah Terhadap Warisan Budaya

Hilangnya Topeng Emas di Sonobudoyo


Masyarakat AdvokasiWarisan Budaya ( MADYA) Menekankan Penanganan Serius
Jogja.analisapublik.com. Hilangnya koleksi masterpiece yang berupa topeng emas pada tanggal 11/8/10 yang hingga sekarang ini belum membuahkan hasil. Bahkan Mabes POLRI pada hari Selasa, 18/1/11 melakukan gelar perkara di museum Sonobudoyo juga termasuk kejelasan informasi kepada public atas hilangnya topeng emas tersebut.
Dalam hal ini Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) bersama sejumlah elemen masyarakat menekankan penanganan serius terhadap hilangnya koleksi tersebut. “Hilangnya koleksi masterpiece tersebut seharusnya menjadi tanggungjawab Pengelola Museum Sonobudoyo karena akibat kelalaian dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya”.Ungkap Johannes ketua Koordinator MADYA kepada analisapublik.com 26/1/11 di halaman Kantor Kepatihan Jogjakarta.
Bahkan menurut peraturan Pemerintah No 19 tahun 1995 vtentang pemeliharaan dan pemanfaatan BCB di museum dan keputusan Menteri No…KM.33/PL.303/MKP/2004 tentang museum, pengamanan koleksi termasuk tugas utama pengelola museum termasuk menyediakan prasarana dan sarana pengamanan. Sementara itu, Johanes pula mengatakan bahwa Gubernur sendiri, Sri Sultan HB X menyetujui untuk dibentuknya tim independent khusus yang diharapkan untuk bisa bekerja semaksimal mungkin dari tim yang ditunjuk/diberi wewenang.(joko/Ags)

Sumber: http://www.analisapublik.com/

________________________________________________________

Pada kasus ini, saya secara pribadi melihat adanya kejanggalan dalam kasus pencurian topeng emas ini. Sistem pengamanan yang cukup ketat dan juga alarm yang tetap menyala hingga malam hari, bisa dibobol dalam waktu yang tidak diketahui pastinya. Disini saya melihat adanya indikasi orang dalam dalam kasus ini. Mungkin ini hanyalah dugaan yang tak berdasar, namun saya memiliki alasan atas dugaan tersebut.

Pada banyak kasus lainnya, sudah banyak benda warisan budaya Indonesia yang berada di luar negeri seperti manuskrip batak yang berada di Perancis, atau manuskrip jawa dan tulisan yang berhubungan dengan kerajaan Majapahit yang masih tersimpan rapih di Belanda. Mungkin kedua manuskrip itu resmi di dapatkan dari pemerintah setempat yang memang menyerahkannya pada pihak asing. Namun diluar itu, masih ada lagi benda-benda warisan budaya kuno yang berada diluar negeri yang tanpa sepengatahuan kita sebagai warga negara berada ditangan asing yang digunakan sebagai koleksi. Sungguh keanehan yang bisa mengerutkan dahi bila benda-benda warisan budaya suatu bangsa dimilki secara bebas oleh pihak asing.

Saya sebagai penulis sekaligus budayawan ingin kembali mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap benda warisan budaya bangsa. Tentu untuk peduli, terlebih dahulu kita harus mengenalnya. Dengan mengenal budaya serta benda warisannya, diharapkan agar masyarakat sebagai pewaris serta penjaga warisan budaya lebih peduli terhadap sebuah benda warisan budaya. Ini merupakan jalan yang paling ampuh untuk mencegah terjadinya akuisisi asing bahkan klaim atas budaya dan benda warisan budaya kita. Dengan mereformasi kembali kejayaan budaya kita. Dan saya ingin memperkenalkan sebuah wadah yang berusaha melakukan reformasi serta advokasi terhadap suatu budaya yang notabene hampir punah. Untuk lebih jelasnya, silahkan mengunjungi facebook dengan kata kunci Reformis Boedaja. Disini para pembaca akan melihat usaha dari kumpulan budayawan dalam hal mereformasi semangat berbudaya serta advokasi terhadap benda-benda warisan budaya.

Untuk perlindungan benda warisan budaya, saya secara pribadi mengharapkan agar pemerintah serius dalam hal melindungi budaya serta benda-benda peninggalan purbakala. Hal ini dikarenakan pentingnya budaya dan benda-benda purbakala dalam proses pelestarian identitas sebuah bangsa. Banyak kasus pencurian, penjualan, bahkan klaim budaya oleh negara lain yang kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah sebagai pemegang kekuasaan di negara ini. Perlunya penataan ulang kinerja pemerintah dalam hal perlindungan budaya ini dimaksudkan agar tidak ada lagi kasus-kasus yang telah banyak merugikan bangsa ini jika ditinjau dari aspek budaya. Sekali lagi.. jika tidak sesegera mungkin bangsa ini peduli pada suatu budaya dan benda warisannya, maka akan ada banyak lagi oknum-oknum yang akan mencuri, mengakuisisi, bahkan mengklaim budaya dan benda warisan budaya kita. Merugilah kita jika sampai hal itu terjadi lagi.. dan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s