Galeri

Bagaimana Antropologi Berbicara di Kehidupan Sosial

Selama ini antropologi hanya diidentikan sebagai disiplin ilmu budaya yang hanya mempelajari etnisitas diberbagai belahan dunia. Mata masyarakat kurang melihat fungsionalitas antropologi sebagi ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan sosial. Hal ini bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat. Namun lebih bijaknya, ini menjadi sebuah otokritik bagi para antriooplog dan disiplin ilmu antropologi untuk lebih menginformasikan ke masayarakat terkait dengan fungsionalitasnya dalam kehidupan sosial.

Terkait dengan fungsi disiplin ilmu antropologi sendiri, menjadi hal unik untuk dikaji tentang sudut pandang antropologi yang membedakannya dengan ilmu sosial lainnya. Pada suatu perbandingan, jika sosiologi lebih menitikberatkan suatu fenomena sosial dengan memperhatikan pola interaksi masyarakat yang berada didalamnya dan berujung pada sebuah modernisasi dan kehidupan yang berperadaban. Pada sudut pandang yang berbeda, antropologi memandang suatu fenoma sosial yang terjadi dimasyarakat dengan mengakitkan pada nilai, norma, adat, tradisi, dan budaya yang berada dikehidupan masyarakat tersebut. Antropologi menempatkan fungsinya sebagai disiplin ilmu yang memakai perspektif budaya (mengedepankan nilai-nilai budaya) dalam penyelesaian masalah kehidupan sosial manusia.

Pada kehidupan politik, hukum, dan perekonomian, antropologi memberikan suattu alternatif politik lokal, hukum adat, dan perekonomian tradisional yang disandarkan pada kearifan lokal yang dimiliki oleh suatu daerah tertentu. Pada dunia politik, antropologi telah memberikan sumbangan berupa sistem politik lokal yang dapat menambah perbendaharaan dalam ilmu politik serta suatu strategi politik terkait dengan pembangunan kegiatan politik negara yang didapat dari hasil penelitian sistem politik diberbagai daerah di Indonesia (integrasi nasional). Pada bidang hukum, antropologi banyak memberikan catatan-catan penting tentang bagaimana hukum adat yang selama ini mejadi faktor tak tertulis yang justru pada daerah tertentu menjadi hukum yang masih lebih dominan dipakai daripada hukum konvensional. Kegiatan perekonomian telah menjadi hal lazim dalam pengkajian bidang antropologi. Kegiatan perekonomian masyarakat yang dikaji dari sudut pandang budaya untuk menjelaskan bagaimana kegiatan perekonomian manusia berlangsung dari semenjak sistem tradisional hingga pasar bebas. Hal ini yang menyebabkan perekonomian juga memerlukan antropologi dalam hal penjelasan sistem perekonomian yang bermula dari sistem tradisional yang kini berkembang menjadi sistem pasar bebas. Kemudian masih banyak lagi peran antroplogi dalam bidang lainnya seperti teknologi, kesehatan, lingkungan, pangan, perkotaan, dll.

Kehidupan negara sendiri tak luput dari sasaran gungangan stabilitas pertahanan nasional. Isu SARA adalah isu yang paling mudah mengganggu stabilitas keamanan nasional oleh karena rawan konflik. Antropologi sendiri menfasilitasi dialog-dialog multikulutral yang mendorong terciptanya pluralitas dimasyarakat bertujuan untuk tetap menjaga stabilitas keamanan didalam masayarakat (integrasi sosial yang berujung pada integrasi nasional). Bidang pertahanan dan keamanan negara sebenarnya membutuhkan antropologi sebagai sumber informasi yang terkait dengan pengenalan karakter masyarakat dan kebudayaannya dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang terus diusahakan oleh seluruh masyarakat. Bapak Koentjaraningrat sendiri sebagai antropolog pertama mendapatkan kursi kehormatan dalam mengajar perguruan tinggi militer (kepolisian), dimana ia memberikan kuliah tentang manusia dan kebudayaan di Indonesia. Hal ini membuktikan antropologi menempati peran penting dalam kehidupan bernegara, khususnya dalam bidang pertahanan dan keamanan negara Indonesia

Oleh karena pentingnya peran antropologi dalam kehidupan yang belum terlihat oleh masyarakat secara utuh serta belum dimaksimalkan oleh para antropolog untuk memegang peranan dalam kehidupan sosial, maka disini perlu di galakkan kembali sosialisasi tentang bidang ilmu antropologi kepada masyarakat luas oleh para antropolog. Tulisan-tulisan yang produktif tentang gejala sosial yang terjadi di masyarakat akan menunjang proses sosialisasi disiplin ilmu tersebut. Dengan tidak membatasi diri kepada etnografi semata dan membuka pembahasan tentang bidang ilmu yang berada di masyarakat dan gejala sosial yang ada di dalamnya dengan perspektif budaya, antropologi akan dengan cepat menemukan perannya dalam kehidupan sosial. Tulisan adalah media yang paling efektif yang dapat mempengaruhi masyarakat, dan hal tersbut tentunya telah menjadi skill khusus para antropolog.

Kembali pada sebuah kesimpulan akhir, bahwa maju atau tidaknya bidang ilmu antropologi dalam kehidupan sosial masyarakat bergantung pada peran antropolog itu sendiri dalam menyosialisasikan bidang ilmunya kehadapan masyarakat dan juga berperannya antropolog dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Jika kedua aspek tersebut telah dapat dimaksimalkan oleh para antropolog, bukan tidak mungkin suara antropologi akan lebih terdengar dari sebelumnya, bahkan antropologi menempati posisi yang strategis dalam isu (SARA) yang terjadi di masyarakat. Semua ini tergantung bagaimana peran antropolog agar dapat membuat antropologi berbicara di kehidupan sosial masyarakat. Proses kemajuan suatu bidang ilmu ditentukan oleh para sumber daya manusia yang berada di disiplin ilmu itu sendiri. Jika ingin antropologi berbicara, walaupun hanya lewat sebuah media tulisan, maka perlu kesadaran dari para pelaku bidang ilmu tersebut untuk kembali memperjuangkan eksistensinya ditengah-tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s