Galeri

Review Buku: Arti Antropologi Untuk Indonesia Masa Ini (Koentjaraningrat)

Pada Buku ini dibahas bagaimana sejarah antropologi terbentang sejak disiplin ilmu itu bermula dari berbagai penjelajahan yang dilakukan bangsa Eropa hingga saat antropologi masuk ke Indonesia dan berdiri sebagai ilmu disiplin yang diakui eksistensinya oleh kalangan akademisi di Indonesia. Catatan-catatan etnografi tentang penduduk pribumi di Indonesia telah ada sejak abad-abad yang lalu, ketika pemerintah-pemerintah colonial Belanda dan Inggris mempunyai urusan langsung atau harus mengatur masyarakat penduduk Indonesia. Catatan-catatan yang pertama seperti diduga di lain-lain negara asal dari musafir-musafir dan pelaut-pelaut, dari para ahli eksplorasi, dari para pendeta penyiar agama Nasrani, dari para penerjemah kitab-kitab suci dan kitab-kitab gereja agama Nasrani dan dari para pegawai pemerintah kolonial.

Pencatatan etnografi para penyiar agama Nasrani biasanya berisi uraian yang cukup subjektif terhadap suatu kebudayaan. S. E. Harthoorn (1857) mengenai orang Jawa yang beragama Islam yang hidup sengsara bila dibandingkan dengan mereka yang telah memeluk agama Nasrani. Namun selain contoh tadi, ada sebuah catatan yang lebih baik mengenai kebudayaan di Indonesia, ditulis oleh P. N. Wilken (1863) dan N. Graafland (1867) mengenai masyarakat desa Minahasa yang telah objektif dan cukup jelas dalam memaparkan keadaan masyarakat desa pada saat itu. Namun kesemuanya itu masih bertujuan untuk kepentingan zending (misionaris) yang mereka emban dalam rangka penyebaran agama Nasrani.

Pencatatan berikutnya dilakukan oleh G. A. Wilken yang melakukan pencatatan tentang adat pemberian nama Minahasa pada (1873; 1875), sejumlah karangan singkat dari pulau Buru di Maluku (1875), dan tentang evolusi perkawinan dan keluarga (1880; 1881).  Dalam karangan terakhir ini, ia menerangkan tingkat-tingkat evolusi Bachofen mengenai promiscuiteit, matriarchhaat, patriartchaat, dan keluarga dari Indonesia. Penelitian ia telah bersifat teoritis dan terstruktur dengan baik. Hasilnya, ia mendapatkan gelar Doctor Honoris Cuasa dari Universitas Leiden terkait dengan pencatatan-pencatatan etnografi yang ia lakukan dan memberikan sumbangsih bagi keilmuan Belanda.

Dan pada permulaan abad ini, berkembanglah ilmu Indologie, atau ilmu mengenai Indonesia, yang mempunyai tiga kejuruan, satu dengan suatu orientasi yang bersifat historis dan sastra, satu lagi dengan suatu orientasi yang bersifat juridis-sosiologis, dan yang lain dengan suatu orientasi yang bersifat sosial-ekonomis. Antropologi budaya waktu itu hanya merupakan suatu ilmu bantu pada kejuruan yang pertama dan kedua. Sesudah Perang Dunia ke-II, ilmu Indologie tidak berkembang lagi dan ilmu antropologi di Indonesia menjadi ilmu tersendiri yang lebih condong untuk mendasarkan diri atas metodologi dan konsep-konsep dari ilmu antropologi yang berkembang di Inggris dan Amerika Serikat. Sebagai konsekuensi dari itu, maka ilmu antropologi di Indonesia berusaha mencapai integrasi antara semua ilmu-ilmu bagian dari antropologi (antropologi fisik, prehistori, etnolinguistik, etnologi, dan antropologi sosial).

Wilayah perhatian dari ilmu antropologi di Indonesia sementara masih terbatas kepada masyarakat dan kebudayaan di negara Indonesia, tetapi akan berusaha untuk memperluas jangkauan perhatiannya ke masyarakat dan kebudayaan dari bangsa-bangsa tetangga di Asia tenggara dan Oceania. Semua itu menandakan fase permulaan berkembangnya disiplin ilmu antropologi di Indonesia. Dan berikutnya akan masuk ke fase perkembangan antropologi di Indonesia sebagai suatu disiplin ilmu yang berkembang di berbagai universitas dan perguruan perguruan tinggi di Indonesia.

Arti Antropologi Untuk Indonesia Masa Ini

Ilmu antropologi dipandang sebagai ilmu yang mempelajari suku–suku primitif yang kurang bermanfaat bagi Indonesia yang pada masa awal perkembangan antropologi membutuhkan suatu sumbangsih pemikiran bagi pembangunan Negara. Namun pendapat itu ditentang oleh Koentjaraningrat sebagai orang yang memperkenalkan antropologi ke Indonesia. Bagi beliau, antropologi justru dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi pembangunan Indonesia. Suatu ilmu antropologi yang cocok dengan kebutuhan Indonesia masa tersebut adalah suatu ilmu antropologi yang bias meneliti dan menganalisa faktor-faktor sosial budaya yang berhubungan dengan usaha pembangunan negara kita pada masa tersbut. Lebih khusus hal itu mengenai tiga lapangan luas yakni: (a) pembentukan negara kesatuan dan Negara berkebangsaan yang demokratis; (b) pembangunan ekonomi dan modernisasi; (c) pembentukan persahabatan yang baik antara negara kita dan negara-negara lain di dunia.

Adapun pembangunan masyarakat akademis antropologi di Indonesia dapat dilakukan dengan pembelajaran secara mendalam tentang ilmu-ilmu antropologi, sehingga nantinya sarjana antropologi dapat menjalankan perannya dalam memberikan pembelajaran kepada rakyat dan juga mengadakan penelitian-penelitian terkait dengan misi antropologi dalam memabngun Indonesia. Oleh Koentjaraningrat sendiri, para lulusan angkatan pertama diwajibkan untuk mengarang buku buku seperti pengantar antropologi, metode penelitian antropologi, dsb. Buku-buku tersebut harus terpusat kepada kebutuhan Indonesia untuk memperdalam pengertian tentang masyarakat dan kebudayaan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran pendidikan sebagai kunci suksesnya peran antropologi bagi pembangunan Indonesia. Menurutnya, ilmu antropologi harus bisa mendidik siswa sekolah menengah untuk memahami masyarakat Indonesia, dan untuk hal ini para tenaga pendidik yang berbasis ilmu disiplin antropologi diharapkan bias memberikan pengajaran antropologi secara kontemporer, atau dengan kata lain dapat membuat siswa sekolah menengah itu dapat mengerti apa itu ilmu antropologi dan keadaan sosial budaya masyarakat di Indonesia sehingga tak hanya berfungsi sebagai ilmu pengetahuan umum, namun juga dapat berfungsi secara praktis bagi si pembelajar.

Penelitian dan Antropologi Untuk Pembangunan Indonesia

Penelitian-penelitian dalam rangka pembentukan Negara Kesatuan Indonesia, unsur-unsur yang penting dalam proses pembangunan Negara yang kuat dan sentosa adalah pengertian intergrasi dan asimilasi antara suku-suku bangsa dan antar golongan-golongan di Indonesia. Penelitian antropologi dapat membantu dalam hal memperbesar pengertian antara suku bangsa, dengan penelitian mengenai masyarakat dan kebudayaan  aneka warna suku bangsa, dengan metode-metode fieldwork yang tajam dan mendalam, serta dengan menyusun bahan yang terkumpul dalam laporan-laporan etnografi. Semua ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang kebudayaan dan integrasi yang bisa dibangun melalui pemahaman tersebut.

Penelitian dalam rangka pembangunan dan modernisasi. Pada aspek ini, penelitian antropologi bertugas meneliti masalah-masalah dalam rangka pembangunan ekonomi di Indonesia pada aspek manusia. Disamping itu, penelitian untuk membangun mentalitas manusia di Indonesia juga tergolong penting untuk membentuk sebuah karakter bangsa menuju sebuah kemajuan. Dalam hal ini perlu diadakan penelitian terhadap cirri-ciri mental dan jiwa kebudayaan dari warna suku-suku bangsa, golongan, lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat Indonesia untuk menemukan sebuah identitas kultur yang akan membawa mereka menuju kemajuan dalam proses pembangunan mentalitas.

Yang terkahir, penelitian berfungsi untuk membangun kerjasama yang baik dengan Negara lain. Dikatakan demikian oleh karena pengenalan karakter suatu bangsa dapat membawa Indonesia kepada persahabatan yang baik dengan negara-negara lain. Ada baiknya bidang ilmu antropologi bekerjasama dengan ilmu ilmu lain yang juga memiliki kajian terhadap wilayah sepeti geografi, sejarah, ilmu politik, dan lingistik. Dan para ahli antropologi di Indonesia bertugas untuk mengembangkan pengertian tentang karakter bangsa-bangsa yang ada di negara tetangga di Asia Tenggara, Asia, Oceania, Afrika, Amerika Latin kepada masyarakat Indonesia agar mereka dapat menjaga perdamaian antara bangsa.

Demikian dalam buku ini, Koentjaraningrat berusaha menjabarkan bagaimana antropologi dapat berguna bagi proses pembangunan Indonesia. Dengan berbagai penjabaran mengenai pembelajaran, pengajaran, serta penelitian di bidang antropologi, ia berharap banyak akan kemajuan disiplin ilmu antropologi di Indonesia. Pembangunan karakter, ekonomi, serta hubungan diplomasi yang dimulai dengan pengenalan tentang masyarakat dan kebudayaan di Indonesia diyakini beliau akan membawa kepada kemajuan dalam proses pembangunan negara di Indonesia. Semua hal tersebut memberikan suatu kesimpulan tentang keyakinan besar beliau terhadap fungsi masiv disiplin ilmu antropologi bagi proses pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s