Galeri

Review Seminar Islamic Hynoteraphy

Oleh Saul Allen (Anthropologist of Michigan University, USA)

Mohamad Wieldan Akbar

Metodologi dari Islamic Hypnoteraphy ini adalah western hypnosis, yang mengacu pada komunikasi verbal dan non verbal. Mereka (Komunitas Hypnoteraphy Kahfi), menyatakan bahwa tidak ada unsur dari magis, mistik, esoterik, telephatic, mind power, atau sejenisnya dalam metode hypnosis mereka. Intinya mereka tidak menggunakan ritual-ritual mistik dalam kegiatan hypnoteraphy mereka. Sebenarnya keadaan hypno sesuai dengan landasan Al-Qur’an dapat digunakan ke manusia. Meskipun dari barat, tapi dasarnya ada didalam Al-Qur’an. Disini saya melihat, Allen berusaha menggambarkan bahwa ada semacam adaptasi ilmu barat yang kemudian di Islamkan. Agama menjadi landasan kegiatan hypnoteraphy yang dilakukan oleh Institusi Pendidikan Hypnoteraphy Kahfi, kata Allen dalam seminarnya.

Hypnoteraphy pada Kahfi ini bertujuan menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik fisik, mental (kejiwaan), maupun spiritual. Hal ini yang membedakan dengan hypnotis ala Barat, yang mana menganggap hypnosis sebagai suggestibillity, sedangkan pada Islamic Hypnoteraphy, mereka menggunakan istilah focus, dimana pembukaan panca indera, kemudian dapat membuat mereka sepenuhnya dapat menerima kata-kata yang diberikan oleh seorang Hypnotist. Ada semacam justifikasi, untuk dapat menerima sugesti, mereka harus menfokuskan diri, dengan tingkat kesalehan yang semakin tinggi, maka akan semakin mudah untuk di masukan sugestinya.  Terdapat moral direction dalam Islamic Hypnoteraphy, dengan menggunakan pendekatan moral psychology, dimana psikologi dapat digunakan untuk sebuah perbaikan moral.

Yang juga menarik, didalam Islamic Hypnoteraphy ini digunakan musik yang merupakan sebuah pengantar masuknya suggesti dalam kegiatan mereka. Musik diseusuaikan dengan gelombang otak, sehingga mudah masuk hypnosisnya. Seperti pada seminar Antropologi Agama sebelumnya, disebutkan bahwa musik dapat menjadi media paling tepat untuk mengekspresikan kegiatan religius dari komunitas agama tertentu. Dan hal ini terjadi pada Kahfi, dimana musik dengan nuansa psikologis yang kuat, menghantar para pasien menuju sebuah penyembuhan yang mereka lakukan. Disini dapat dilihat sekali lagi, bahwa musik, dapat dikatakan menjadi media bagi penghantar gelombang-gelombang sugesti yang diberikan oleh seorang Hypnotist kepada para pasiennya pada sebuah proses penyembuhan. Musik tersebut dapat mengharmonisasikan pikiran dan jiwa si pasien untuk dapat positiv.

Islamisasi Ilmu: Bantahan Saul Allen

Pada satu kesempatan dalam seminar itu, Allen kerap kali . bahwa Islamisasi ilmu tidaklah tepat. Tidak menjelaskan realita mengenai ilmu itu sendiri. Ia mengatakan dengan tegas, tidak ada ilmu diluar Islam. Jika kita mengatakan Islamisasi ilmu menurutnya, mengakui bahwa ilmu tersebut lahir duluan, baru setelah itu diadaptasikan ke Islam, atau diIslamkan. Baginya tidak ada ilmu yang diIslamkan, akan tetapi semua ilmu itu pada dasarnya telah ada didalam Islam, namun baru ditemukan dan diberikan penamaan saja yang tepat bagi ilmu tersebut. Ini hanya permasalahan bahasa dan penamaan dalam sebuah istilah saja. Ia memnita agar hadirin jangan terjebak pada politik ilmu, yang mengubah-ubah sistem penamaan sehingga menimbulkan persepsi akan keterbelakangan Islam.

Sempat ada dialog, dan disana kawan kami, Ardi menjelaskan perihal Islamisasi ilmu, dari kacamata Syarifuddin Jurdi, seorang sosiolog muslim yang mengemukakan bahwa sebenarnya yang sebenarnya adalah bukan mengIslamkan ilmu, namun mengilmukan Islam, dan ia menyiratkan pendapat Saul Allen itu tepat mengenai hal tsb. Keterbukaan Islam atas ilmu pengetahuan sebenarnya menjadi pembuktian bahwa ilmu-ilmu yang baru ditemukan dan dinamakan oleh para ilmuan sebenarnya bukti nyata dari hidupnya Al-Qur’an. Ini menjadi perdebatan tersendiri mengenai penamaan dalam dunia linguistik yang akan menghasilkan makna yang tepat bagi masyarakat luas. Allen sendiri mengatakan, dia masih belum bisa memberikan penamaan yang tepat dan mengatakan masih dalam proses pencarian dalam permasalahan penamaan ini.

Inti dari seminar ini adalah bagamaina sebuah hypnoteraphy yang notabene dari Barat, dapat diaplikasikan dengan berlandaskan agama islam serta logisitas oleh Kahfi, sehingga menghasilkan sebuah metodologi baru dalam dunia hypnoteraphy, dimana terdapat psychology of moral dalam kegiatan mereka. Agama menjadi sebuah wadah dalam kegiatan ini, yang kemudian dapat dikatakan (untuk sementara), sebagai islamisasi dari ilmu pengetahuan Barat pada fenomena Islamic Hypnoteraphy tersebut. Agama dalam hal ini berafiliasi dengan ilmu pengetahuan yang bermetodologikan western hypnosis untuk menghadirkan sebuah metodologi baru dalam proses hypnoteraphy yang dilakukan oleh Kahfi, sebuah Institusi Hypnoteraphy di Bintaro, yang bertujuan untuk pengobatan gratis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s